Postingan

ANAKKU DALAM HARAPAN PUISI AKROSTIK

Gambar
PANDIGA SABILARROSYAD P anah asmara membidik hati sang perawan A ntara percaya dan tidak sesungguhnya hati telah terpautkan N amun tak semudah membalik telapak tangan antara harapan dan kenyataan D alam angan penuh liku berganti dengan rancaknya keindahan I ngin rasanya kupeluk kau dalam kemesraan G agahnya sang lelaki bagai dewa pujaan   A kan menyuntingku sebelum tiba saat Ramadhan   S alahkah bila aku mencintaimu bagai seorang musafir yang kehausan? A qdun nikah terucap dari lisan ayahanda dan dirimu saling bersautan B agai janji merengkuh seluruh jiwa untuk selamanya dalam kehidupan I ngin kucurahkan seluruh bakti dalam tempat syakral kerumahtanggaan L ahirlah seorang bayi lelaki buah kasih cinta penuh seribu pujaan A kan selalu kutimang dengan segenap rasa berpeluh buaian R agaku bagaikan menyatu dengannya dalam genggaman R asaku tak pernah akan menghilang selamanya hingga tak terbantahkan O h anak lelaki pertamaku jadilah pemimpin di j...

TUJUH WAKTU

Gambar
  TUJUH WAKTU  Oleh : Chaula Handayani, S.Ag Di sepanjang jalan itu.. Kususuri dengan langkah tegapku Terlihat sepi dalam pandanganku  Kutengok rumah Desa kanan kiri jadi saksi bisu Tak tampak satu rumahpun yang membuka pintu Hanya kutemui sebatang pohon sawo menyeringai melihatku Seakan mentertawakan kebodohanku Kemanakah mereka para Tuan dan para ibu?  Aaah mungkin mereka tak mau mendengar derap langkah tegapku Yang memburu waktu lekas sampai mengetuk pintu   Aku tak mau didahului rindu Setelah rinduku terkoyak nafsu Mataku menatap semu Tak kudapati sinar matamu sendu Tatapanmu nyalang meronta biru Seakan ada yang akan kau katakan padaku Sudahlah waktunya kita menepis sembilu Dalam angan kurangkai kata tak pernah ada ujung temu Ku tak pernah berharap atmamu semakin beku Yang jelas ku tak ingin kau berpaku lesu Pun tak ingin kau menyiksaku di atas amarahmu Sampailah sandyakala kembali menemuiku Terhitung hampir tujuh waktu Kau tetap membisu Kelopak mataku tak k...

DARAH GURU, BUKAN DARAH BIRU

Gambar
      DARAH GURU, BUKAN DARAH BIRU MASA KECILKU   Sungguh indah apabila kukenang masa kecilku, aku dilahirkan dari kedua orang tua yang mengawali karirnya sebagai guru. Ayahku seorang guru pada Madrasah Ibtidaiyah di kampungku. Madrasah yang berdiri di atas tanah wakaf keluarga kami. Dalam diri ayahku mengalir darah seni dan olahraga serta bakat sebagai pendidik dan penulis naskah drama. Dari beliau lahirlah lagu “ Mars Nurul Huda “ nama Madrasah kami saat itu.         Ayahku yang bertampang galak namun sungguh berhati lembut. Sampai detik ini aku tak pernah merasakan jeweran atau pukulan sebagai hukuman ketika kami menyalahi aturan. Kata – katanya   untuk menasehati kami empat bersaudara selalu beliau siapkan dengan paparan kosakata penuh makna. Kata – kata yang tersusun menjadi kalimat logis namun penuh hikmah. Kata – kata yang membuat hati kami makjleb ketika mendengarnya.Sehingga pola yang dibentuk oleh ayah kami be...

Di Balik Dinding Pembelajaran Daring

Gambar
       Jangan pernah berhenti untuk belajar , karena Allah tidak pernah memberhentikan pembelajaran dalam kehidupan atas hambanya. Untaian kalimat di atas yang selalu menjadi penyemangat plus motivasi untukku, ketika di awal Bulan Maret tahun 2020 yang lalu Bangsa ini dilanda musibah nasional. Musibah berupa wabah yang tentunya tak kita inginkan kedatangannya. Betapa mencekamnya situasi Negara saat itu. Semua terdampak, mulai dari sektor ekonomi, sosial, bahkan sektor pendidikan pun tak kalah sengitnya ikut juga terdampak. Kalau masyarakat banyak yang mengeluh bagaimana sulitnya mereka mengumpulkan pundi-pundi rupiah di tengah badai pandemi, begitupun aku yang mengeluh tapi dalam hal lain. Tugasku sebagai pendidik saat itu juga mengalami kesulitan yang luar biasa. Selama 25 tahun masa pengabdian, baru kali ini kutemui cerita bahwa siswa dan guru harus belajar bersama tetapi dalam kondisi terpisah. Di tengah kepanikan saat itu kudengar statemen yang menga...