Postingan

Rihlah Hasanah Bil Hikmah Ponorogo - Yogjakarta Part 1

Gambar
Sungguh ini merupakan ujian kesabaran bagi saya dan keluarga ketika kenyataan perjalanan tidak sesuai dengan ekspetasi yang telah kita renda berhari - hari.  Ternyata Allah ingin menguji kata-kata saya yang terangkai dalam tulisan saya berjudul Rihlah Hasanah Bil Hikmah Jakarta Jilid 1. Bahwa ketika dalam hal apapun harus melibatkan Allah di dalamnya. Jangankan hari H menjelang perjalanan, bahkan pada menit detik menjelang perjalanan, waktu perjalanan harus kita gantungkan segalanya pada kemurahanNya. Rihlah Hasanah Jakarta diuji dengan vaksinasi boster yang membuat hati tidak berharap lagi sampai Jakarta. Rihlah Hasanah Yogjakarta diuji dengan kenyataan mobil yang harus menginap sementara di bengkel karena perjalanan survey Mahasiswa Beasiswa KIPK yang menantang curam dan terjalnya medan.   Kenyataan berkata bahwa Yogjakarta bagiku adalah nama sebuah kota yg cukup menginspirasi dan membuat kenangan melayang pd zaman dimana saya mengharap...

Puisi Prosais 11

Di Ujung Sadrah   Created by Chaula A . Rozaq   Hati nelangsa seakan tak ingin tersentuh oleh kalimat dan lelaku yang menyakitkan. Aduhai jiwa yang resah, akankah cumbu rayuku pada Sang pembuat skenario indah tertolak mentah? Tanyaku pada diamku.  Aku sungkurkan kepalaku sampai terjerembab pada ujung sajadah. Sambil kubilang aku bukanlah manusia yang berada pada pucuk nirmala. Aku hanya manusia hina. Aku ingin segera mengakhiri kisah. Tak ingin aku merapah semakin jauh. Aku takut tak tahu jalan pulang nantinya. Kuraih layar indah penuh berita. Kucari lagu-lagu usang penghibur jiwa gelisah. Kuingat zaman asmara masih berpendar ria. Sedikit jiwa terhibur pada beberapa alun musik menabrak satu masa. Di masa diriku bergelimang cinta. Tiba- tiba..  Berderinglah berandaku. Kutatap sebuah nama yang tak kuharapkan. Akan kuabaikan, tapi seperti ada yang menuntun jariku untuk menjawabnya. Suara dari seberang sungguh membuat telingaku bengkak. Suaranya yang renyah seperti...

Puisi Prosais 10

Cita - Citaku Pada   Buah Kepal     Created by Chaula A . Rozaq Di kala daksa menggenggam lelah, aku dan kalian saling menatap dengan pandangan lucu. Ingin lakukan keusilan berkesan sedikit kenakalan bersamamu. Kemudian kita bergandengan tangan berlima keluar dari pagar itu. Menarik seruas bambu panjang yang menjanjikan bahwa kita akan menikmati buah kepal di pinggir jalan liku. Buah kepal di luar halaman sekolahku mengingatnya membuat tangisku tergugu. Kenapa dulu aku meninggalkanmu? Sendiri diam dan termangu? Sungguh tega diriku. Padahal mendapatkanmu perlu kekuatan penuh.Pohon buah kepal berdiri di antara pohon buah mentega dan pohon buah manecu.Seperti itulah ketika aku dihadapkan pada dua keputusan semu. Aku harus memilih salah satu. Aku sudah dikejar waktu. Sesalku saat ini kenapa waktu itu aku tak memilihmu. Pohon buah kepal yang selalu menghiburku, dengan derai tawa kawan-kawanku. Kutinggalkan dirimu dengan melangkah ragu. Menuju suatu tempat yang tak kutah...

Puisi Prosais 9

Cita - Citaku Pada Buah Kepal   Created by Chaula A . Rozaq Di kala daksa menggenggam lelah, aku dan kalian saling menatap dengan pandangan lucu. Ingin lakukan keusilan berkesan sedikit kenakalan bersamamu. Kemudian kita bergandengan tangan berlima keluar dari pagar itu. Menarik seruas bambu panjang yang menjanjikan bahwa kita akan menikmati buah kepal di pinggir jalan liku. Buah kepal di luar halaman sekolahku mengingatnya membuat tangisku tergugu. Kenapa dulu aku meninggalkanmu? Sendiri diam dan termangu? Sungguh tega diriku. Padahal mendapatkanmu perlu kekuatan penuh.Pohon buah kepal berdiri di antara pohon buah mentega dan pohon buah manecu.Seperti itulah ketika aku dihadapkan pada dua keputusan semu. Aku harus memilih salah satu. Aku sudah dikejar waktu. Sesalku saat ini kenapa waktu itu aku tak memilihmu. Pohon buah kepal yang selalu menghiburku, dengan derai tawa kawan-kawanku. Kutinggalkan dirimu dengan melangkah ragu. Menuju suatu tempat yang tak kutahu apakah tempa...

Puisi Prosais 8

Rindu Dalam Definisi     Created by Chaula A   . Rozaq Rindu itu merapal dalam hati.Rindu itu merajuk sendu menghabisi nurani.Rindu itu penuh manifestasi.Rindu itu mencumbui sunyi Rindu itu menggertak tanpa narasi. Rindu itu mengulum di nafsi bagai cahaya mentari.Rindu itu melecutkan amarah berapi-api.Rindu itu ternyata menyiksa diri Rindu itu tak perlu kisi-kisi.Sehingga dia mencari sebuah indikasi. Rindu itu tak perlu validasi, karena rindu itu mengait tanpa tendensi Dalam penulisan rindu itu tak perlu ranah kognisi, karena rindu itu hadir secara spesifikasi. Menelaah rindu tak perlu taksonomi, karena rindu tak perlu klasifikasi Rindu itu tak perlu demonstrasi, karena rindu hanya butuh deteksi Rinduku padamu bertahta seperti pelangi. Membuncah penuh warna warni.Rinduku padamu menancap di dalam nadi. Akan putus bila manusia mati 💦 Baiklaah...  Setelah rindu ini kuevaluasi Aku tak akan hadirkan rindu menjadi sebuah ilusi.Rinduku padamu akan kuhabisi. Memakai ke...

Puisi Prosais 7

Gadis Kecil Mata Sipit   Created by Chaula A . Rozaq Gadis kecil mata sipit tampak tirus di hadapanku..  Seolah mata berharap ada kedamaian pengganti luka kecewa yang tergenang di hatinya..  Kubuka  celah harap penghiburmu.. Tawamu menampakkan gigi rapimu..  Gadis kecil mata sipit melabuhkan sebuah harap padaku..  Akan mengganti cerita lalu dengan tabuhan musik rebana bersama alunan perkusi berpadu indah mendayu-dayu..  Aah.... Semua itu akankah abadi..??  Gadis kecil mata sipit tampak layu..  Hatiku merintih mendengar tawanya tak lagi merdu..  Apa lagi yang dapat kuucap dalam percakapan ini?  Ada yang tergenang di antara kita, tetapi tak mampu kita endapkan..  Di matamu aku melihat daun jatuh,  gerimis tak henti menekan rambutmu.. dan detak jam mendesak kita untuk segera beranjak..  Gadis kecil mata sipit..  Kau tusukkan sembilu disaat hatiku terpanah asmara karenamu..  Siapa yang tak jengah disaat ka...

Puisi Prosais 6

Itulah   Jawabmu   Created   by   Chaula   A  . Rozaq Kau sodorkan padaku nasi panas dengan asap yang masih mengepul. Kau masukkan nasi yang sudah hampir basi ke dalam mulut indahmu. Aku bertanya kenapa nasi panas ini untukku? sementara kau makan nasi yang nyaris basi?  Biar perutmu tak sakit sayangku. Biarlah aku hanya menelan kepahitan hidup, asal kau reguk seluruh manisnya hidup. Itu jawabmu. Kau selimuti tidurku dengan kain tebal indah berenda bunga. Kau selimuti dirimu dengan kain batik tipis yang hampir robek. Kutanya kenapa selimut tebal ini untukku? sementara kau selimuti dirimu menggunakan kain batiks tipis yang nyaris robek tengahnya? Biarlah asalkan nyamuk-nyamuk jahat di malam hari tak menggigitmu sayang. Itu jawabmu.Kau terbangun di kala malam menyeduh susu untuk anakmu tersayang, sementara kau tak membangunkanku. Kutanya kenapa kau kemarin yang bangun? Biar tidurmu bisa pulas dan tidak terganggu. Itulah jawabmu. Saat kau mengajakku makan ...