Postingan

Rikhlah Hasanah Bil Hikmah Jilid 1

๐ŸŒฟRihlah Hasanah Bil Hikmah Jilid 1....๐Ÿญ๐Ÿญ๐Ÿญ "Mbakyuu.. Entar Bulan Desember waktu kita liburan akhir semester, ada acara Temu Penulis Nasional Kelas Belajar Menulis PGRI loh", celoteh Widya. " Oh yaa? " Jawabku. "Dimana? " tanyaku. "Di Jakarta" Jawab Widya.  Pada tahun 2021 aku memang mengikuti Kelas Belajar Menulis Gelombang 24, dengan Founder Dr. Wijaya Kusuma, M. Pd. Kuikuti kelas menulis setiap hari Senin, Rabu dan Jumat selama 3 bulan, dengan 36 kali pertemuan. Setiap selesai pertemuan selalu mendapat tugas untuk membuat resume. Resume harus diselesaikan oleh seorang peserta minimal 20 resume dari 36 kali pertemuan. Mudah bukan? Kegemaran dan Kemauan untuk menulis memang sudah tumbuh pada diriku sejak aku duduk di bangku kuliah. Hanya setelah menikah dan beranak pinak.. Hehehe.. Kemauan itu perlahan surut. Dengan adanya Kelas Belajar Menulis ini aku bangkitkan kembali hobiku seperti pijar lampu yang menyala terang,alias syemangaat..๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช Ha...

Perjuangan Si Pink Masuk Kontingen PORSENI MAN Kota Malang

Gambar
Perjuangan Si Pink Masuk Kontingen PORSENI MAN Tingkat Kota ๐Ÿ’ฆ✍️ Buk, aku besok pingin ikut seleksi. Seleksi apa lagi dek? Kok sejak jadi siswa baru pingin ikut seleksi mulu? Aku pingin ikut seleksi "Pidato Bahasa Inggris". Saya cuman mendesah.. Ooh seleksi pidato bahasa inggris?. Saya hanya sambil lalu ajah nanggepin keinginan Si Pink๐Ÿ˜๐Ÿ˜. Secara saya pinginnya kalo sekolah tuh belajar ajah yang rajin, yang ajeg. Eeh salah yaak ๐Ÿ˜‚Lupa saya, sekolah tuh selain belajar pengetahuan, ketrampilan juga harus belajar karakter dan akhlak yang baek. Biar besok jadi anak yang sholihah, manfaat dunia akhirat, jujur kagak suka BOHONG,  apalagi mbohongin orang tua, naudzubillaah ๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ -------------------------------------------------  Buk, aku tadi udah ikut seleksi. Terus gimana hasilnya? Tanyaku sambil lalu ajah. Secara emang gak begitu berharap. Terlalu berharap itu jatuhnya sakit, tauk?? ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ Semula sih ibuk, aku lolos. Cewek diambil 1 dan cowok diambil 1. Terus dek? Yaa A...

Ketika Berhenti Di Sini

Gambar
Aku yang akan hilang bersama angin Disapa debur ombak yang tak bersahabat dengan ingin Nanti bila waktunya langit memanggilmu pulang Jangan kau risau  Aku bersamamu Dan akan terus bersamamu  Kita yang akan berlari-lari pada keabadian Berlari -lari menuju kebahagiaan yang kekal Aku, kamu berdua saja..  ------------------------------------ Eits.. Jangan salah paham dulu. Puisi di atas bukan puisiku loh, tapi puisi di atas terangkai dengan epik menyayat ati. Apalagi kalau loe pada liat filmnya "Ketika Berhenti Di Sini " yang dibintangi Prily Latuconsina dan Bryan Domani. Pertemuan yang diawali dengan salah paham berujung pada perbincangan hangat. Bukan kek kisah hidup gua.. Pertemuan yang diawali dengan perbincangan hangat lha kok berujung dengan salah paham.. Wakakakak.. Sorry yaa klo ada pihak2 yang tersungging#Salim --------------------------------------- Kok gua jadi promo filmnya yaa?  Bukan begitu siih.. Cuman pingin cerita aja di sela lelah dan penatn...

Rihlah Hasanah Bil Hikmah Ponorogo - Yogjakarta Part 1

Gambar
Sungguh ini merupakan ujian kesabaran bagi saya dan keluarga ketika kenyataan perjalanan tidak sesuai dengan ekspetasi yang telah kita renda berhari - hari.  Ternyata Allah ingin menguji kata-kata saya yang terangkai dalam tulisan saya berjudul Rihlah Hasanah Bil Hikmah Jakarta Jilid 1. Bahwa ketika dalam hal apapun harus melibatkan Allah di dalamnya. Jangankan hari H menjelang perjalanan, bahkan pada menit detik menjelang perjalanan, waktu perjalanan harus kita gantungkan segalanya pada kemurahanNya. Rihlah Hasanah Jakarta diuji dengan vaksinasi boster yang membuat hati tidak berharap lagi sampai Jakarta. Rihlah Hasanah Yogjakarta diuji dengan kenyataan mobil yang harus menginap sementara di bengkel karena perjalanan survey Mahasiswa Beasiswa KIPK yang menantang curam dan terjalnya medan.   Kenyataan berkata bahwa Yogjakarta bagiku adalah nama sebuah kota yg cukup menginspirasi dan membuat kenangan melayang pd zaman dimana saya mengharap...

Puisi Prosais 11

Di Ujung Sadrah   Created by Chaula A . Rozaq   Hati nelangsa seakan tak ingin tersentuh oleh kalimat dan lelaku yang menyakitkan. Aduhai jiwa yang resah, akankah cumbu rayuku pada Sang pembuat skenario indah tertolak mentah? Tanyaku pada diamku.  Aku sungkurkan kepalaku sampai terjerembab pada ujung sajadah. Sambil kubilang aku bukanlah manusia yang berada pada pucuk nirmala. Aku hanya manusia hina. Aku ingin segera mengakhiri kisah. Tak ingin aku merapah semakin jauh. Aku takut tak tahu jalan pulang nantinya. Kuraih layar indah penuh berita. Kucari lagu-lagu usang penghibur jiwa gelisah. Kuingat zaman asmara masih berpendar ria. Sedikit jiwa terhibur pada beberapa alun musik menabrak satu masa. Di masa diriku bergelimang cinta. Tiba- tiba..  Berderinglah berandaku. Kutatap sebuah nama yang tak kuharapkan. Akan kuabaikan, tapi seperti ada yang menuntun jariku untuk menjawabnya. Suara dari seberang sungguh membuat telingaku bengkak. Suaranya yang renyah seperti...

Puisi Prosais 10

Cita - Citaku Pada   Buah Kepal     Created by Chaula A . Rozaq Di kala daksa menggenggam lelah, aku dan kalian saling menatap dengan pandangan lucu. Ingin lakukan keusilan berkesan sedikit kenakalan bersamamu. Kemudian kita bergandengan tangan berlima keluar dari pagar itu. Menarik seruas bambu panjang yang menjanjikan bahwa kita akan menikmati buah kepal di pinggir jalan liku. Buah kepal di luar halaman sekolahku mengingatnya membuat tangisku tergugu. Kenapa dulu aku meninggalkanmu? Sendiri diam dan termangu? Sungguh tega diriku. Padahal mendapatkanmu perlu kekuatan penuh.Pohon buah kepal berdiri di antara pohon buah mentega dan pohon buah manecu.Seperti itulah ketika aku dihadapkan pada dua keputusan semu. Aku harus memilih salah satu. Aku sudah dikejar waktu. Sesalku saat ini kenapa waktu itu aku tak memilihmu. Pohon buah kepal yang selalu menghiburku, dengan derai tawa kawan-kawanku. Kutinggalkan dirimu dengan melangkah ragu. Menuju suatu tempat yang tak kutah...

Puisi Prosais 9

Cita - Citaku Pada Buah Kepal   Created by Chaula A . Rozaq Di kala daksa menggenggam lelah, aku dan kalian saling menatap dengan pandangan lucu. Ingin lakukan keusilan berkesan sedikit kenakalan bersamamu. Kemudian kita bergandengan tangan berlima keluar dari pagar itu. Menarik seruas bambu panjang yang menjanjikan bahwa kita akan menikmati buah kepal di pinggir jalan liku. Buah kepal di luar halaman sekolahku mengingatnya membuat tangisku tergugu. Kenapa dulu aku meninggalkanmu? Sendiri diam dan termangu? Sungguh tega diriku. Padahal mendapatkanmu perlu kekuatan penuh.Pohon buah kepal berdiri di antara pohon buah mentega dan pohon buah manecu.Seperti itulah ketika aku dihadapkan pada dua keputusan semu. Aku harus memilih salah satu. Aku sudah dikejar waktu. Sesalku saat ini kenapa waktu itu aku tak memilihmu. Pohon buah kepal yang selalu menghiburku, dengan derai tawa kawan-kawanku. Kutinggalkan dirimu dengan melangkah ragu. Menuju suatu tempat yang tak kutahu apakah tempa...